130 Maskapai Dunia Terbang ke Suvarnabhumi, TransNusa Sambungkan ke RI
Bangkok -
Penerbangan TransNusa Jakarta-Bangkok membuka peluang bagi wisatawan mancanegara untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia melalui Thailand. Konektivitas Bandara Suvarnabhumi menjadi salah satu faktor pendukungnya.
Bandara Suvarnabhumi terhubung dengan penerbangan dari berbagai negara. Kondisi itu dinilai bisa membantu mendatangkan wisatawan dari luar Asia Tenggara ke Indonesia.
"Ya kalau melihat Suvarnabhumi Airport ini, airport ini 130 maskapai dari seluruh dunia yang datang ke Bangkok. Kita akan menjadi sambungan dari Suvarnabhumi ke Indonesia," ucap CEO TransNusa Group, Datuk Bernard Francis, di Bandara Suvarnabhumi, Kamis (6/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"So passengernya bukan hanya bergantung kepada rakyat Indonesia. Tapi juga dengan pelancong-pelancong, wisatawan-wisatawan dari Eropa, dari Amerika, dari Canada," lanjutnya.
Wisatawan global yang tiba di Bangkok juga bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia. Bali dan Yogyakarta menjadi beberapa pilihan, sebelum wisatawan menjelajahi daerah lainnya.
"Bisa sekarang ke Indonesia, ke Bali dan juga ke Jogja dan ke seluruh Indonesia dengan terang susah. So I think this is good for tourism di ASEAN, kita bersama-sama bekerjasama," kata Ben.
TransNusa memilih Bandara Suvarnabhumi karena memiliki konektivitas internasional yang luas. Sementara itu, sebagian besar maskapai lain memilih Bandara Don Mueang yang lebih banyak melayani penerbangan lokal.
"Kalau kebanyakan maskapai lain mereka ke bandara Don Mueang, itu lebih ke local airline, untuk TransNusa selain Garuda, TransNusa yang berjaya masuk ke Suvarnabhumi sekarang. Garuda terbang sehari sekali, kita langsung dua kali sehari," tegas Ben.
Dengan konektivitas tersebut, TransNusa berharap penerbangan Jakarta-Bangkok tidak hanya mengandalkan penumpang dari Indonesia. Wisatawan dari berbagai negara juga diharapkan bisa memanfaatkan rute tersebut untuk melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Dan setelah penerbangan pertama rute tersebut, Ben menargetkan okupansi sebesar 75% di dua bulan pertama. Kemudian meningkat tembus hingga 80% di bulan berikutnya.
"Targetnya untuk bulan dua bulan pertama kita targetnya 75 persen. Tapi kita confident lepas dua bulan dia pasti akan meningkat ke 80 persen," jelas.
(upd/wsw)