115 Siswa-Guru di SMAN 1 Rembang Diduga Keracunan MBG, Proses Belajar Tetap Berlanjut |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID, REMBANG — Sebanyak 107 siswa dan delapan guru di SMAN 1 Rembang di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun tak ada korban yang harus mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Kepala SMAN 1 Rembang Endang Sri Lestari mengungkapkan, para siswa di sekolahnya mengalami gejala mulas dan mual pada Jumat (25/9/2026) pagi. Ada pula di antara mereka yang diare.
Endang pun memerintahkan para guru mendata siswa yang mengalami gejala keracunan. “Itu kurang lebih ada sekitar 107 siswa. Sedangkan gurunya ada delapan,” ungkapnya ketika diwawancara pada Sabtu (26/9/2026).
Dia menerangkan dari 107 siswa bergejala, hanya satu yang perlu beristirahat di UKS. Sementara kondisi siswa lainnya, termasuk para guru, membaik setelah meminum obat. Karena itu, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlanjut.
“Tidak ada anak yang muntah-muntah atau ke toilet sampai berkali-kali,” kata Endang.
Kendati demikian, Endang tetap melaporkan adanya para siswa dan guru yang mengalami gejala keracunan kepada SPPG penyalur MBG ke SMAN 1 Rembang, yakni SPPG Magersari 2. Kepala dan ahli gizi di SPPG tersebut kemudian datang ke SMAN 1 Rembang.
Endang menerangkan, setelah mendata jumlah siswa dan guru yang mengalami gejala keracunan, pihak SPPG Magersari 2 membawakan obat diare plus minuman air kelapa kemasan. Menurut Endang, pihak SPPG pun siap memberikan dukungan jika terdapat siswa atau guru yang membutuhkan penanganan medis.
Menyusul dugaan keracunan tersebut, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang juga sempat berkunjung ke SMAN 1 Rembang. Namun Endang tak mengetahui apakah Dinkes Rembang melakukan pengambilan sampel menu MBG ke SPPG Magersari 2.
Karena gejala mulas, mual, dan diare terjadi pada Jumat pagi, Endang menduga menu MBG penyebab dugaan keracunan adalah yang disajikan pada Kamis (24/9/2026). “Hari Kamis itu menunya nasi, bakwan jagung, buah pisang, dan pentol bumbu Bali. Nah bumbu Bali-nya itu kemungkinan entah sausnya atau entah mungkin terlalu pedas,” kata Endang.
Endang mengaku turut mengonsumsi MBG yang disajikan pada Kamis. Namun dia tidak mengalami gejala keracunan seperti para siswa dan guru di sekolahnya. Endang mengatakan pada Senin (28/9/2026) mendatang, terdapat perwakilan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang akan datang ke SMAN 1 Rembang.
Republika telah menghubungi Kepala Dinkes Rembang Ali Syofi’i untuk meminta keterangan lebih lanjut soal dugaan keracunan MBG di SMAN 1 Rembang. Namun hingga berita ini ditulis, Ali belum memberikan respons.