gop-crypto.vip

Business-Finance

Sempat Tak Punya Uang, PT Pos Sudah Bisa Bayar Imbal Sukuk

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Pos Indonesia (Persero) telah menyelesaikan pembayaran cicilan imbal ijarah sekaligus kompensasi kerugian akibat keterlambatan pembayaran Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 kepada para pemegang sukuk.

Rupiah Tembus Rp 18.000 per Dolar AS Usai Pengunduran Diri Gubernur BI Perry Warjiyo |Republika Online

Petugas menghitung uang dollar AS di tempat penukaran valuta asing.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menembus level psikologis Rp 18.000 per dolar AS setelah pengumuman pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Senin (27/7/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah melemah 46 poin atau 0,26 persen ke posisi Rp 18.009 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026). Pada perdagangan sebelumnya, rupiah berada di level Rp 17.963 per dolar AS.

Amerika Punya Musuh Baru, Trump Tidak Kasih Ampun

Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa kian memanas. Padahal, AS dan banyak negara Eropa sama-sama merupakan anggota NATO.

Namun, Uni Eropa belakangan ini memang kerap menargetkan raksasa teknologi AS dengan aturan anti-monopoli di bawah Digital Market Act (DSA) dan Digital Services Act (DSA). Terbaru, Komisi Eropa menjatuhkan denda kepada Google sebesar 890 juta euro atau sekitar Rp18 triliun.

Gara-Gara Tren Diet Viral, Banyak Anak Muda Masuk Rumah Sakit

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah metode penurunan berat badan yang tidak konvensional dan ekstrem kini tengah menjadi tren di media sosial China. Para influencer kedapatan mempromosikan ramuan penurun berat badan dengan cara mencampur teh tanpa gula dengan enema gliserin-sebuah obat pencahar yang seharusnya hanya digunakan untuk luar tubuh.

Ketum PDIP Megawati: Tolong Jangan Melongo!!!

Senin, 27 Juli 2026, 13:05 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

PDI Perjuangan memperingati memori kelam peristiwa penyerangan kantor partai atau yang dikenal sebagai Kudatuli.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menyebut peristiwa tersebut meninggalkan luka yang tak pernah hilang dari ingatan sekaligus menjadi bukti bahwa demokrasi di Indonesia pernah dibayar dengan harga yang sangat mahal.

Top 3: Miliarder SK Group Terancam Jual Aset demi Bayar Perceraian

Liputan6.com, Jakarta - Miliarder Korea Selatan sekaligus Chairman SK Group, Chey Tae-won, menghadapi kewajiban pembayaran besar setelah Pengadilan Tinggi Seoul memerintahkannya membayar 944 miliar won atau sekitar Rp 11,59 triliun (estimasi kurs Rp 12,28 per won) kepada mantan istrinya, Roh Soh-yeong. Besarnya pembayaran membuat kemungkinan Chey menjual aset hingga menjaminkan saham menjadi sorotan investor.